BPBD Gelar Workshop dan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kontinjensi Banjir

BONE,SUARACYBER.COM –

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Penyusunan Rencana Kontinjensi Banjir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta koordinasi antar lembaga dalam menghadapi potensi bencana banjir yang sering melanda wilayah Sulawesi Selatan, terutama pada musim penghujan. Rabu 9 Oktober 2024

Acara yang diadakan di Hotel Helios Kabupaten Bone dihadiri oleh jajaran Kabid 1(satu), Jusar Muharram,fajar,Sekertaris BPBD Bone Muh.Ikhsan berbagai perwakilan dari OPD pemerintah daerah, instansi terkait, Perwakilan dari 27 Kecamatan, TNI, Polri, organisasi masyarakat, serta relawan kebencanaan.

Narasumber yang hadir berasal dari BPBD Provinsi Sulsel, Leonardy Sambo Tenaga Ahli BPBD, Eddy Jayaputra Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sulsel. 

Dalam sambutannya, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kabid 1(satu) Misriaty Kadir, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyusunan rencana kontinjensi. “Rencana kontinjensi banjir merupakan langkah preventif yang sangat penting agar setiap pihak dapat berperan aktif dan siap menghadapi berbagai skenario terburuk ketika bencana banjir melanda,” ujarnya.

Workshop ini membahas berbagai aspek penting seperti identifikasi daerah rawan banjir, analisis risiko, penentuan strategi evakuasi, serta pengelolaan sumber daya saat tanggap darurat. 

Selain itu, Rencana kontinjensi, yang terdiri dari rencana tanggap darurat, rencana operasi cadangan, dan rencana pemulihan pascabencana, harus disiapkan untuk semua sistem pendukung umum. Rencana kontinjensi yang terdiri dari rencana operasi cadangan dan rencana pemulihan pascabencana, harus disiapkan untuk semua aplikasi utama, jadi semua stakeholder mempunyai peranan penting dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap daerah di Sulawesi Selatan memiliki peta rencana kontinjensi yang spesifik dan dapat segera diimplementasikan ketika tanda-tanda awal bencana banjir muncul.

BPBD juga berharap, sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih siap dalam menghadapi bencana banjir, sehingga korban dan kerugian dapat diminimalisir.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kapasitas daerah dalam manajemen bencana, khususnya banjir yang menjadi salah satu ancaman utama di provinsi ini. (Arur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *