SUARACYBER.COM, BONE –
Masyarakat Kabupaten Bone kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Pantauan di sejumlah SPBU, stok Pertalite disebut hampir selalu habis pada sore hari, sehingga banyak pengendara terpaksa pulang tanpa mendapatkan bahan bakar atau beralih membeli BBM non-subsidi dan pertalite botolan di kios.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya dari masyarakat. Pasalnya, di tengah sering kosongnya stok Pertalite, masih terlihat adanya aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken di beberapa SPBU. Warga pun mempertanyakan apakah seluruh pengisian menggunakan jeriken telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, sistem QR Code MyPertamina yang diterapkan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran juga kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga menilai, jika pengawasan melalui barcode berjalan efektif, seharusnya distribusi Pertalite dapat lebih merata dan tidak cepat habis setiap sore.
“Kami hampir setiap sore kesulitan mendapatkan Pertalite. Yang menjadi pertanyaan, kenapa stok cepat habis, sementara masih ada pengisian menggunakan jeriken. Sistem barcode seharusnya bisa mengendalikan penyaluran agar tepat sasaran,” ujar salah seorang pengendara di Watampone. Jumat, (31/7/2026).
Sebelumnya, persoalan barcode MyPertamina juga sempat menjadi perhatian setelah adanya laporan pengguna kendaraan di Bone yang mengaku tidak dapat mengisi Pertalite karena QR Code miliknya dinyatakan telah digunakan, padahal merasa belum melakukan transaksi pada hari tersebut. Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan QR Code apabila tidak dijaga dengan baik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bone juga beberapa kali mengalami antrean panjang hingga kelangkaan BBM bersubsidi. Pemerintah daerah bersama Pertamina pernah menyatakan bahwa kuota BBM tidak dikurangi, namun lonjakan permintaan dan pembelian berlebihan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi.
Masyarakat berharap Pertamina, BPH Migas, dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi, termasuk memastikan penggunaan QR Code MyPertamina berjalan optimal serta menindak tegas apabila ditemukan penyalahgunaan distribusi, sehingga Pertalite benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.












