Festival Budaya dan Perayaan Tradisi Pangan dan ldentitas Bugis Gau’ Maraja Bone Akan Digelar

SUARACYBER.COM, BONE –

Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Bone resmi menghadirkan Festival Gau’ Maraja Bone 2026, sebuah Sulawesi perhelatan budaya yang berlangsung pada 25-30 September 2026.

Festival ini menjadi ruang Bone, kolaborasi untuk merayakan kekayaan budaya, tradisi agraris, serta identitas masyarakat Bugis dalam kemasan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Gau Maraja Launching di Kabupaten Bone yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan. di Mess Guru Jalan Makmur Kabupaten Bone.Rabu, (22/7/2026)

Ketua Panitia Gau Maraja Hj.Andi Murni Kepala Dinas Kebudayaan Bone dalam sambutannya gedung Mess Guru ini salah satu cagar budaya yang sudah ditetapkan di tahun 2023, setelah penelitian gedung tersebut layak dijadikan Cagar budaya,” terangnya

Mengusung tema “Simfoni Lumbung: Merayakan Budaya & Pangan'” Gau’ Maraja Bone 2026 lahir dari semangat untuk mengangkat kembali jati diri Kabupaten Bone sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang sebagai kawasan agraris dan menjadi penyangga pangan nasional
5 besar di Indonesia.

Sejak dahulu, Bone dikenal sebagai wilayah yang memiliki tradisi bertani yang kuat dan menjadi penghasil pangan yang berperan penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Hadir dalam launching Gau Maraja, kadis perindustrian Andi Promal, Pj. Sekda Bone Andi Tenri, Kadis kebudayaan Hj. Andi Murni, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan Andi Irfan Syam.

Semangat tersebut terus diperkuat melalui komitmen Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman yang sejalan dengan
upaya penguatan sektor pertanian secara nasional oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Melalui tema ini, Gau’ Maraja tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat pangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah, identitas, dan masa depan Kabupaten Bone.

Selama enam hari pelaksanaan, Gau’ Maraja 2026 akan digelar di sernbilan wilayah Kabupaten Bone dengan menghadirkan enam festival yang dirangkai dalam puluhan rangkaian acara dan melibatkan ratusan partisipan dari 27 kecamatan di Kabupaten Bone, mulai dari komunitas budaya, sanggar seni, pelaku ekonomi kreatif, petani, nelayan, pelaku UMKM, akademisi, pelajar, mahasiswa, budayawan, seniman, pegiat literasi, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi wujud semangat kolaborasi dalam merayakan budaya dan pangan sebagai identitas Kabupaten Bone, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Panitia juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, mulai dari media, komunitas, institusi pendidikan, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor swasta untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Gau Maraja Bone 2026 melalui berbagai bentuk kemitraan
dan aktivasi.

Melalui siaran pers, seluruh rekan media diharapkan untuk turut mendukung penyebarluasan informasi mengenai Gau’ Maraja Bone 2026.

Peran media menjadi bagian penting dalam mengangkat potensi budaya lokal kepada masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Bone sebagai destinasi budaya yang kaya akan sejarah, tradisi, dan kreativitas.

Penulis: ARUREditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *