Gapoktan Bone Akui Pompa Air Gunakan Gas 3 Kg, Rekomendasi Solar dan Pertalite Jadi Pertanyaan

SUARACYBER.COM, BONE –

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan Bone) mengakui penggunaan elpiji subsidi 3 kilogram untuk mengoperasikan pompa air pertanian di sejumlah wilayah persawahan di Kabupaten Bone.

Pengakuan ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama terkait rekomendasi penggunaan solar dan pertalite yang seharusnya menjadi opsi energi bagi alat pertanian.

Salah seorang pengurus Gapoktan Bone mengungkapkan bahwa penggunaan gas elpiji 3 kg dilakukan karena alasan keterbatasan akses dan biaya operasional. Menurutnya, elpiji 3 kg dianggap lebih mudah diperoleh serta irit dibandingkan bahan bakar lain.

“Memang kami gunakan gas 3 kg untuk pompa air, karena selama ini solar sulit didapat dan harganya mahal. Kalau pertalite juga belum ada rekomendasi yang jelas untuk kami,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Namun, penggunaan gas elpiji 3 kg untuk operasional pertanian menuai sorotan. Pasalnya, elpiji 3 kg merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran dan usaha mikro sasaran, nelayan sasaran, petani sasaran, sesuai Perpres 104/2007 dan Perpres 38/2019.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan kejelasan regulasi serta solusi konkret agar petani tidak terjebak dalam penggunaan energi subsidi yang berpotensi menyalahi aturan. Selain itu, pengawasan distribusi elpiji 3 kg juga diminta diperketat agar tepat sasaran.

Penulis: ARUREditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *