SUARACYBER.COM, BONE –
Publik meminta aparat kepolisian menelusuri pihak yang diduga membuat atau memodifikasi tangki kendaraan yang digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah tertentu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Permintaan tersebut muncul di tengah sorotan masyarakat terhadap ketersediaan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Keberadaan kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi dinilai perlu mendapat perhatian apabila penggunaannya berpotensi menyebabkan pembelian BBM secara tidak wajar dan mengganggu ketersediaan bagi masyarakat umum.
Masyarakat berharap polisi tidak hanya memeriksa kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi, tetapi juga menelusuri asal-usul pembuatan tangki tersebut, termasuk pihak yang membuat, memasang, maupun memfasilitasi modifikasi.
“Kalau memang ditemukan tangki yang sengaja dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar, bukan hanya pengguna yang perlu diperiksa. Pembuat atau pihak yang memodifikasi juga perlu ditelusuri,” ujar salah seorang warga.
Rabu, (26/8/2026)
Publik juga mendorong adanya pengawasan terhadap aktivitas pembelian BBM menggunakan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat yang membutuhkan.
Polisi diharapkan dapat melakukan penelusuran berdasarkan bukti dan aturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih.
Sorotan ini sekaligus menjadi perhatian bagi pengelola SPBU agar memperketat pengawasan terhadap pola pembelian BBM, terutama terhadap kendaraan yang diduga memiliki tangki tidak standar.












