Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 Tingkat Sulselbar Berpusat di Vihara Dharma Palakka Bone

SUARACYBER.COM, BONE –

Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 tingkat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dipusatkan di Vihara Dharma Palakka.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi umat Buddha sekaligus menandai peresmian Graha Saloka Sabba, sebuah aula serbaguna yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya bagi masyarakat Kabupaten Bone.

Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri oleh umat Buddha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selain pelaksanaan puja bakti dan doa bersama dalam rangka memperingati Tri Suci Waisak, acara juga diisi dengan kegiatan kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antarumat beragama serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

Peresmian Graha Saloka Sabba menjadi salah satu momen bersejarah dalam perayaan tahun ini. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan bagi umat Buddha maupun masyarakat luas di Kabupaten Bone.

Dalam sambutannya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kedamaian dan cinta kasih sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pesan damai dan cinta kasih hendaknya menjadi dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari agar tercipta kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat, dan terima kasih telah membangun gedung graha Saloka Sabba bagi masyarakat Kabupaten Bone dalam jangka waktu 3 bulan atau 90 hari, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutur Bupati.

Ketua Panitia Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja, Eveline Carolin Sanger, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga peresmian Graha Saloka Sabba membawa berkah bagi Kabupaten Bone dan cahaya kedamaian senantiasa menyertai kita semua,” Paparnya.

Sementara itu, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera mengapresiasi kehadiran Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bone yang dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kehidupan umat beragama di daerah.

“Pelaksanaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 sangat luar biasa karena dihadiri langsung oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bone. Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang,” Ucapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Graha Saloka Sabba merupakan hasil gotong royong dan swadaya umat Buddha. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari sabang, Aceh, Palembang, Jakarta, Kalimantan, Surabaya, Bali hingga berbagai wilayah lainnya, menjadi bukti bahwa Bone memiliki daya tarik tersendiri.

“Semua hadir karena ada magnet di Kabupaten Bone, yaitu kepemimpinan daerah yang memberikan perhatian kepada seluruh umat tanpa membedakan latar belakang,” tambahnya.

Masih kata, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera menegaskan bahwa inti perayaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 adalah menyegarkan kembali semangat kedamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap seluruh makhluk hidup.

“Perayaan Waisak menjadi momentum untuk mengingat kembali pesan-pesan kedamaian demi terciptanya kehidupan yang harmonis bagi seluruh makhluk di dunia,” lanjutnya.

Perayaan Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 sendiri menjadi momentum bagi umat Buddha untuk merenungkan nilai-nilai kebijaksanaan, kasih sayang, dan kedamaian sebagaimana ajaran Buddha yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

Penulis: ARUREditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *