SUARACYBER.COM, KOLAKA –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menggerakkan roda ekonomi lokal di Kabupaten Kolaka.
Bupati Kolaka, Amri, menyebut program nasional tersebut menghadirkan efek domino yang nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian lokal.
Hal itu disampaikan Amri saat meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Bypass, Kelurahan Lamokato, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, setiap dapur SPPG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar, terutama ibu rumah tangga dan kalangan pemuda.
Mereka terlibat sebagai juru masak, staf operasional hingga petugas kebersihan.
Jika seluruh rencana pembangunan dapur SPPG di Kolaka terealisasi, yakni sebanyak 37 unit, maka diperkirakan sekitar 1.850 warga lokal akan terserap sebagai tenaga kerja.
“Saat ini 18 dapur SPPG yang beroperasi di Kolaka. artinya kurang lebih 900 masyarakat kita sudah terlibat sebagai tenaga kerja relawan. Ini menunjukkan efek domino program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Amri.
Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, program MBG juga dinilai memberi angin segar bagi petani dan pelaku usaha mikro di daerah.
Permintaan bahan pangan untuk kebutuhan dapur SPPG mendorong hasil produksi petani lokal terserap secara berkelanjutan.
Kondisi ini menjadi peluang baru bagi sektor pertanian yang sebelumnya sering mengalami kendala pemasaran hasil panen.
Lanjut Amri bahkan menegaskan agar seluruh dapur SPPG memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari petani lokal Kolaka.
“Saya minta kebutuhan dapur seperti beras, telur, ayam dan bahan pangan lainnya harus berasal dari Kolaka. Jangan membeli dari luar daerah. Potensi lokal harus dioptimalkan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.
Lebih jauh, Amri menilai program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, program tersebut berperan penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat sekaligus menekan angka stunting di daerah.
“Substansi program ini adalah membangun generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kolaka, Nurul Amalia Fikrah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini program MBG telah menjangkau 43.347 penerima manfaat di Kolaka.
Penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Selain itu, program ini juga menyasar kelompok ibu hamil dan ibu menyusui.
Dengan beroperasinya dapur SPPG Lamokato yang dikelola Yayasan Kurnia Indah Sejahtera, jumlah dapur MBG yang aktif di Kabupaten Kolaka kini mencapai 18 unit.
Dapur-dapur tersebut tersebar di 10 kecamatan, yakni Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tanggetada, dan Watubangga.
Sementara pembangunan dapur di Kecamatan Toari dan Polinggona masih dalam tahap persiapan.
Peresmian dapur SPPG Lamokato turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Kolaka Arifin Jamal, Kepala BKPSDM Ramli Sima, Kepala Dinas Kesehatan Sri Raoda Buna, serta sejumlah kepala OPD lainnya.
Dengan terus bertambahnya dapur SPPG, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Bumi Mekongga.












